Setelah memahami kelebihan dari Trading Forex, kamu juga perlu memahami risikonya. Tentunya, kamu juga harus sudah siap menerima segala konsekuensinya. Dengan begitu, keputusan yang diambil sudah melalui pemikiran yang matang. Berikut akan dijelaskan kerugian atau risiko yang terjadi dari trading forex itu sendiri.

Ada Campur Tangan Pemerintah Asal Mata Uang

Perlu diketahui jika setiap investasi pasti memiliki kekurangan termasuk juga dengan valas. Salah satuny yakni adanya campur tangan dari pemerintah asal yang mata uangnya sedang diperdagangkan di pasar valas.

Adapun campur tangan yang dimaksud merupakan adanya intervensi dari pihak bank sentral dari negara tersebut dengan cara meningkatkan nilai suku bunga, melepaskan obligasi dari pemerintah sekaligus membeli valas secara besar-besaran.

Naik Turun Valas Sangat Cepat

Resiko lainnya adalah adanya pengaruh naik turun kurs valas. Seperti yang telah diketahui jika mata uang rupiah bisa menjadi sangat lemah sehingga bisa saja berisiko untuk membeli dollar karena tentu harganya mahal.

Menunggu mata uang indonesia menguat pun bisa saja memakan waktu, sehingga dapat membuat trading forex mengalami kerugian.

Dengan demikian, setelah mengetahui kelebihan dan kerugian investasi trading forex, maka kamu harus bijak memilih jenis investasi yang sesuai dengan kemampuan sekaligus kebutuhan dana, baik untuk investasi jangka pendek maupun jangka panjang.

Manajemen Risiko Trading Forex

Manajemen risiko merupakan hal yang paling penting di dalam trading robot forex. Seperti yang telah diketahui bahwa trading forex memiliki risiko yang terbilang tinggi. Tapi ketika kamu bisa mengendalikan risiko tersebut (potensi loss), maka, bisnis online yang satu ini sangatlah menguntungkan dibandingkan dengan bisnis online lainnya.

Sayangnya, sedikit sekali trader yang menyadari akan pentingnya manajemen risiko ini, terutama untuk trader pemula. Biasanya, setelah buat akun dan deposit, para trader pemula ini cenderung tak sabaran dan langsung tekan tombol BUY atau SELL tanpa melakukan analisis terlebih dahulu, apalagi melakukan manajemen risiko.